always remember...

visit my failed blog at widiasrah.multiply.com and my third blog at widiasrahblog.multiply.com

Sabtu, 14 Maret 2009

Maulid Nabi, Perlukah?

Saya kemarin melihat televisi, dan isinya menurut sepengetahuan saya, sangat memprihatinkan.

Maulid Nabi, adalah sebuah perayaan yang biasanya dirayakan oleh umat muslim Indonesia. Padahal, Nabi Muhammad sendiri tidak pernah merayakan hari ulang tahunnya (wah, Indonesia over dong…). Ya, tepatnya begitu. Maulid Nabi adalah contohnya. Maulid Nabi, mungkin dulu diajarkan oleh penyebar Islam di Nusantara (baca: Wali Songo), agar Islam bisa diterima di sini. Nah, sayangnya, Wali Songo sudah keburu meninggal, sebelum bisa mengembalikan masyarakat ke ajaran yang sesungguhnya. Nah, jadilah seperti ini.

Selain itu, saya juga melihat ada yang berzikir bersama. Ini juga bermasalah Mengapa? Karena zikir itu kan doanya masing-masing, kok ini diajak bareng-bareng. Coba anda bayangkan, kalau misalnya yang imamnya Ketua Partai X, dan jamaahnya ketua partai Y. Nanti doa jamaah sama imam beda, nggak dikabulin (halah). Sebenarnya ada alasan logis tentang ini, namun saya lupa. Nanti jika ada yang tahu harap memberitahu, ya…

Minggu, 08 Maret 2009

Pertarungan Politik Yang Tidak Sehat

Saya tidak ingin membela siapa pun dalam penulisan posting ini, namun saya hanya ingin menyampaikan kekhawatiran saya terhadap hasil pemilu 2004 yang telah kita laksanakan 5 tahun yang lalu.

Saya, pernah memimpin organisasi intra sekolah di SMP Labschool Jakarta. Di sana, saya diajarkan untuk mengalihkan kekuasaan dengan sehat, dengan perlahan-lahan, sesuai dengan aturan, tanpa harus memutus tali silaturahmi dengan pendahulu saya. Sekitar 6 bulan yang lalu, saya bertemu dengan Kak Riri, incumbent yang saya gantikan sekitar dua tahun yang lalu itu. Ternyata, adik Kak Riri ikut serta dalam organisasi itu. Banyak dari rekan-rekan saya juga tidak berpandangan negatif dengan pendahulunya, meskipun apa yang telah mereka lalui saat masa rekrutmen.

Potongan kisah ini, bukan untuk membanggakan diri saya sendiri, namun lebih untuk memberikan teladan yang baik dalam elit politik negeri ini. Setiap pergantian kekuasaan, selal``u ada rumor-rumor tidak sedap, yang biasanya ditimbulkan oleh sang incumbent kepada penggantinya.

Saya sebut saja sang incumbent sebagai si X, dan sang penantang (yang memenangi pertarungan politik) sebagai si Y. Dalam pertarungan politik yang baik, biasanya si Y akan berkonsultasi terus dengan si X, agar pemerintahan bisa berlangsung dengan baik dan lancar selama masa peralihan. Nah, di negeri nan ajaib, ada orang sombong yang dengan sombongnya tidak mau berkonsultasi dengan pendahulunya. Atau mungkin si X yang tidak mau?

Minggu lalu, saya melihat Pak SBY sedang diwawancara oleh wartawan Metro TV, Najwa Shihab. Sikap kehati-hatian muncul dari tanggapan Pak SBY saat ditanya mengenai masalah yang sangat sensitif, yaitu hubungannya dengan Bu Mega. Beliau mengatakan, bahwa beliau mempunyai dokumen-dokumen yang jelas tentang kemundurannya dari kabinet pada tahun 2004 (semoga benar, jika salah mohon dikoreksi). Beliau sudah meminta bicara dengan Ibu Mega, namun ternyata Ibu Mega terkesan tidak mau.

Ini adalah versi Pak SBY. Namun versi Ibu Mega, Pak SBY yang tidak mau bertemu dengannya. Sayangnya, Ibu Mega cenderung menyimpan ceritanya sendiri, sehingga masyarakat bingung dengan kenyataan politik ini.

Jadi, Pak SBY atau Ibu Mega yang sombong? Apakah Pak SBY yang tidak mau bertemu dengan Ibu Mega, atau Ibu Mega yang menghalangi jalan Pak SBY untuk bertemu dengannya? Kalau saya ditanya tentang masalah ini, saya akan menjawab yang kedua. Atau, alangkah baiknya jika Ibu Mega mau berbicara di depan publik, karena dengan semakin cepatnya teknologi informasi dan komunikasi ini, jika Ibu Mega tidak menjawab, maka akan timbul rumor-rumor yang tidak sedap dengan Ibu Mega.

Selasa, 24 Februari 2009

soal matematika???

kok diposting sih? abis bingung mau nulis apa.. tinggal didownload aja ya...

Selasa, 10 Februari 2009

Tutorial Bagian II

BAGIAN II: MEMBUAT TEKS DAN BENTUK KAOS YANG SIMETRIS

a. Membuat teks Inlabs2008

1. Kliklah Text Tool, yang berlambang seperti huruf A, lalu klik satu kali di tempat kosong pada lembar kerja anda.
2. Ketik huruf i, lalu tekan enter satu kali, kemudian ketik lagi huruf i. Setelah itu, hapus huruf i yang terletak di atas. Hal ini dilakukan agar huruf i yang anda ketik tidak menjadi huruf kapital. Oh ya, jenis tulisan yang digunakan adalah Euphemia, dengan ukuran 52,497.
3. Letakkan huruf i itu pada posisi x = 2,567 cm, dan y = 5,198 cm. Setelah itu, klik Docker Transformation, lalu pilih Position. Atur H = 1,9 cm. Kemudian, klik Apply to Duplicate sebanyak 9 kali, sehingga sesuai dengan kotak.
4. Ganti tulisan i pada masing-masing kotak dengan tulisan sesuai dengan contoh. Ganti warna sesuai dengan contoh, ada yang putih, ada yang hitam.
5. Jangan lupa membuat tulisan “kompetisi labschool”. Klik TextTool, klik pada lembar kerja yang kosong satu kali, lalu tulislah “kompetisi labschool”. Jenis tulisan Euphemia, ukurannya 18,33.

b. Membuat bentuk kaos.

1. Pertama, buatlah garis lurus menggunakan FreeHand Tool, lalu klik pada tempat kosong di lembar kerja anda. Lalu, bentuklah desain kaos agar sesuai dengan contoh yang diberikan, tapi ingat jangan semuanya dulu, melainkan hanya setengah bagian saja. Untuk memudahkan anda, gunakan garis dengan warna hijau.
2. Gunakan perintah Scale and Mirror pada Docker Transformation. Pilih H = 100%, lalu pilih opsi Mirror yang sejajar dengan tulisan H. Kemudian, klik Apply To Duplicate. Ganti warna garis bangun kedua dengan warna merah. Geser hasil duplikat ini ke sebelah kanan, sehingga titik-titik pada bangun lama dan baru bertemu. Terkadang, mungkin di bagian atas anda berhasil mempertemukan, namun di bawah belum. Hal ini bisa disiasati dengan mengedit Shape menggunakan Shape Tool.
3. Sambungkan bangun pertama (yang berwarna hijau), seperti yang terdapat pada gambar 3. Lakukan juga pada bangun yang berwarna merah, seperti gambar. Sebagai indikator, masing-masing bangun itu harus bisa diberi warna di bagian dalamnya (Fill Color).
4. Setelah itu, gabungkan bangun pertama dan kedua dengan perintah Weld pada Docker Shaping. Klik pada bangun hijau. Jangan beri tanda cek pada Source dan Target Object(s). Lalu klik Weld To. Maka, akan keluar tanda panah hitam, dan pilihlah bangun merah.
5. Bagian kedua selesai. Saya mohon maaf jika contoh yang saya berikan tidak terlalu bagus.

Bagian ketiga, adalah cara membuat ornamen-ornamen dalam lambang. Namun, saya mengkhususkan hanya pada ornamen yang dapat dibuat dengan Tool dalam CorelDraw dengan mudah. Sisanya, akan dibahas pada bagian keempat. Sebelum membahas bagian empat, saya harap anda mempunyai Software Microsoft Office, karena semua gambar yang sulit seperti pohon, bola basket, gitar, semua saya dapatkan dari Clip Art Microsoft Office.